Semua tentang Bedah caesar

Sumber Kompas.com

Posted in Uncategorized by Rus Mulyadi on Juni 9, 2009
Jangan Buru-buru Pilih Bedah Caesar!

Kamis, 3 Juli 2008 | 17:16 WIB

Saat ini terjadi kecenderungan bedah Caesar dilakukan tanpa indikasi medis, namun seringkali didasarkan faktor sosial dan pemahaman yang salah.

KEMAJUAN di bidang teknologi kedokteran khususnya dalam metode persalinan jelas membawa manfaat besar bagi keselamatan ibu dan bayi.  Ditemukannya bedah caesar memang dapat mempermudah proses persalinan sehingga banyak ibu hamil yang lebih senang memilih jalan ini walaupun  sebenarnya mereka bisa melahirkan secara normal.

Menurut keterangan Dr. Andon Hestiantoro SpOG(K) dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM, meskipun relatif aman, menjalani persalinan dengan metode bedah caesar tentu bukannya tanpa risiko.

“Riset para ahli menyebutkan, persalinan dengan bedah Caesar terkait dengan kematian ibu 3 kali lebih besar dibandingkan dengan persalinan normal.
Angka kematian langsung akibat persalinan caesar pun mencapai sekitar 5.8 per 100.000 persalinan,” ungkapnya dalam talkshow ‘Metode Persalinan Berpengaruh pada Pembentukan Mikrobiota Saluran Pencernaan dan Kekebalan Tubuh Buah Hati’ di Jakarta, Kamis (3/7)..

Prevalensi persalinan caesar di rumah sakit pemerintah Indonesia, kata Dr Andon adalah sekitar 11-15% dan di rumah sakit swasta saat ini dapat mencapai 30-40%.  Tingginya prevalensi ini tentu dipengaruhi banyak faktor termasuk indikasi medis yang mewajibkan sang ibu menjalani persalinan dengan bedah Caesar.

Namun begitu, kata Dr Andon, saat ini juga terjadi kecenderungan lain untuk indikasi persalinan dengan bedah Caesar.  Indikasi tersebut seringkali tidak berdasarkan pertimbangan medis, namun lebih karena faktor sosial dan pemahaman yang salah tentang bedah caesar.

Faktor sosial yang mempengaruhi di antaranya adalah kecemasan suami yang berlebihan dan menganggap istrinya tidak sanggup melahirkan normal. Selain itu kehawatiran vagina istri menjadi longgar, riwayat infertilitas dan alasan memilih waktu dan tanggal kelahiran.

“Bahkan yang lebih parah, kini banyak rumah sakit swasta yang merekomendasikan ibu hamil untuk caesar dengan alasan supaya tidak merasa sakit atau supaya suami tetap lengket karena vaginanya tidak akan longgar,” ungkap Dr Andon.

Supaya terhindar dari kemungkinan bedah caesar, Dr Andon menganjurkan para ibu hamil untuk memperhatikan beberapa hal seperti konsumsi makanan bergizi tinggi, menghindari kelebihan berat badan, gaya hidup aktif, olahraga serta meminta pendapat dokter lain bila harus caesar.

“Dengan berat badan ibu yang ideal, bayi dalam kandungan tidak akan terlampau besar.  Olahraga yang teratur jug akan  menguntungkan posisi bayi menjelang kelahiran. Sedangkan bila sudah divonis harus caesar oleh dokter, tetapi Anda merasa masih mampu melahirkan normal cobalah untuk meminta second opinion dari dokter lain,” tandas Dr Andon.

5 Pemahaman ibu hamil yang salah soal bedah caesar :
1 .Lebih nyaman melahirkan dengan bedah caesar karena tidak sakit
2 Melahirkan caesar lebih aman dibandingkan dengan persalinan normal
3 Melahirkan caesar bayi lebih pintar
4 Khawatir untuk dilakukan vakum atau forseps pada persalinan normal
5 Khawatir kepala bayi terjepit saat persalinan normal

Peningkatan risiko ibu dengan bedah caesar dibandingkan persalinan normal :
1.  5 kali lebih besar untuk mengalami henti jantung
2.  3 kali lebih besar untuk dilakukan pengangkatan rahim (histerektomi)
3.  3 kali lebih besar untuk mengalami infeksi masa nifas
4.  2.3 kali lebih besar untuk mengalami komplikasi anestesi
5.  2.2 kali lebih besar untuk mengalami sumbatan pembuluh darah
6.  2.1 kali lebih besar untuk mengalami perdarahan banyak yang seringkali berakhir dengan pengangkatan rahim
7.  1.5 kali lebih besar untuk lebih lama dirawat di rumah sakit

AC

Sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/03/17161236/jangan.buru-buru.pilih.bedah.caesar

Sumber Kapanlagi.com

Posted in Uncategorized by Rus Mulyadi on Juni 9, 2009

Bedah Caesar Terencana, Bahayakan Kondisi Bayi

Lihat Gambar

Selasa, 09 Januari 2007 20:46
KapanLagi.comBayi yang dilahirkan melalui bedah caesar yang direncanakan tampaknya lebih sering dikirim ke unit perawatan intensif, untuk kelahiran yang direncanakan, dan mengalami gangguan paru-paru dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan secara alami, menurut penemuan yang diterbitkan oleh American Journal of Obstretric and Gynecology.

“Meningkatnya kelahiran melalui bedah caesar di dunia telah menjadi perdebatan secara luas,” kata Dr Toril Kolas dari Rumah Sakit Innlandet, Lillehammer, Norwegia, dan rekan penulisnya.

Para peneliti telah menguji hasil persalinan dalam periode 6 bulan, bersamaan dengan data cara melahirkan yang diinginkan dari catatan pendaftaran kelahiran Norwegia. Dari 18.653 kelahiran di Norwegia, 17.828 ibu melahirkan secara alami dan 825 melahirkan melalui bedah cesar.

Dari data tersebut angka pengiriman ke unit perawatan intensif untuk melahirkan secara alami mencapai 5,2%, lebih rendah secara dibandingkan melahirkan melalui bedah caesar yang mencapai 9,8%. Sedangkan gangguan paru-paru dari melahirkan secara alami hanya 0,8%, lebih rendah dibandingkan dengan melahirkan melalui bedah cesar yang mencapai 1,6%.

“Untuk anak, (ketahanan) mental bagi anak yang dilahirkan secera alami terlihat lebih hebat dibandingkan mereka yang dilahirkan melalui bedah caesar di berbagai situasi,” demikian kesimpulan Kolas dan rekannya.

“Untuk itu, kita menggarisbawahi pentingnya pembatasan kelahiran yang direncanakan melalui bedah caesar, dimana kelahiran alami lebih menguntungkan baik bagi ibu maupun anaknya,” tambah mereka. “Ketika bedah caesar dipilih, operasinya harus sedekat mungkin dengan kondisi (akan melahirkan).” (*/bun)

sumber: http://www.kapanlagi.com/a/bedah-caesar-terencana-bahayakan-kondisi-bayi.html

Sumber Wikipedia

Posted in Uncategorized by Rus Mulyadi on Juni 9, 2009

Bedah caesar (bahasa Inggris: caesarean section atau cesarean section dalam Inggris-Amerika), disebut juga dengan c-section (disingkat dengan cs) adalah proses persalinan dengan melalui pembedahan dimana irisan dilakukan di perut ibu (laparatomi) dan rahim (histerotomi) untuk mengeluarkan bayi. Bedah caesar umumnya dilakukan ketika proses persalinan normal melalui vagina tidak memungkinkan karena beresiko kepada komplikasi medis lainnya. Sebuah prosedur persalinan dengan pembedahan umumnya dilakukan oleh tim dokter yang beranggotakan spesialis kandungan, spesialis anak, spesialis anastesi serta bidan.

Bedah caesar teknik vertikal

Etimologi

Ada beberapa unsur yang dapat menjelaskan asal kata “caesar”.

  • Istilah dapat diambil dari kata kerja bahasa Latin caedere yang berarti “membedah”. Dengan demikian “bedah caesar” menjadi gaya bahasa retoris.
  • Istilah yang mungkin diambil dari pemimpin Romawi kuno Julius Caesar yang disebut-sebut dilahirkan dengan metode tersebut. Dalam sejarah, hal ini sangat tidak memungkinkan karena ibunya masih hidup ketika ia mencapai usia dewasa (bedah caesar tidak mungkin dilakukan pada masa tersebut terkait dengan teknologi yang tidak mendukung), tetapi legenda tersebut telah bertahan sejak abad ke-2 SM.
  • Hukum Romawi yang menjelaskan bahwa prosedur tersebut perlu dilakukan pada ibu hamil yang meninggal untuk menyelamatkan nyawa sang bayi. Hal ini dikenal dengan istilah lex caesarea, sehingga hukum Romawi mungkin menjadi asal usul istilah ini.

Secara umum, istilah “bedah caesar” merupakan gabungan dari hal-hal tersebut di atas. Kata kerja caedo dalam kalimat a matre caesus (“membedah ibunya”) digunakan pada masa Romawi untuk mendeskripsikan operasi tersebut.

Jenis

Sebuah operasi caesar sedang dalam proses.

Ada beberapa jenis “caesarean sections” (CS):

  • Jenis klasik yaitu dengan melakukan sayatan vertikal sehingga memungkinkan ruangan yang lebih besar untuk jalan keluar bayi. Akan tetapi jenis ini sudah sangat jarang dilakukan hari ini karena sangat beresiko terhadap terjadinya komplikasi.
  • Sayatan mendatar di bagian atas dari kandung kemih sangat umum dilakukan pada masa sekarang ini. Metode ini meminimalkan resiko terjadinya pendarahan dan cepat penyembuhannya.
  • Histerektomi caesar yaitu bedah caesar diikuti dengan pengangkatan rahim. Hal ini dilakukan dalam kasus-kasus dimana pendarahan yang sulit tertangani atau ketika plasenta tidak dapat dipisahkan dari rahim.
  • Bentuk lain dari bedah caesar seperti extraperitoneal CS atau Porro CS.
  • Bedah caesar berulang dilakukan ketika pasien sebelumnya telah pernah menjalan bedah caesar. Umumnya sayatan dilakukan pada bekas luka operasi sebelumnya.

Di berbagai rumah sakit, khususnya di Amerika Serikat, Britania Raya, Australia dan Selandia Baru, sang suami disarankan untuk turut serta pada proses pembedahan untuk mendukung sang ibu. Dokter spesialis anastesis umumnya akan menurunkan kain penghalang ketika si bayi dilahirkan agar orang tua si bayi dapat melihat bayinya. Rumah sakit di Indonesia umumnya tidak memperbolehkan adanya orang lain turut serta waktu persalinan dengan bedah caesar termasuk sang suami.

Indikasi

Seorang bayi ketika dilahirkan melalui bedah caesar

Dokter spesialis kebidanan akan menyarankan bedah caesar ketika proses kelahiran melalui vagina kemungkinan akan menyebabkan resiko kepada sang ibu atau si bayi. Hal-hal lainnya yang dapat menjadi pertimbangan disarankannya bedah caesar antara lain:

Harap diingat bahwa institusi yang berbeda dapat memiliki pendapat yang berbeda pula mengenai kapan suatu bedah caesar dibutuhkan. Di Britania Raya, hukum menyatakan bahwa ibu hamil mempunyai hak untuk menolak tindakan medis apapun termasuk bedah caesar walaupun keputusan tersebut beresiko terhadap kematiannya atau nyawa sang bayi. Negara lain memiliki hukum yang berbeda mengenai hal ini. Lihat pula mengenai bedah caesar berdasarkan permintaan.

Risiko

Metode sayatan mendatar

Data statistik dari 1990-an menyebutkan bahwa kurang dari 1 kematian dari 2.500 yang menjalani bedah caesar, dibandingkan dengan 1 dari 10.000 untuk persalinan normal [1]. Akan tetapi angka kematian untuk kedua proses persalinan tersebut terus menurun sekarang ini. Badan kesehatan Britania Raya menyebutkan resiko kematian ibu yang menjalani bedah caesar adalah tiga kali resiko kematian ketika menjalani persalinan normal [2]. Akan tetapi, adalah tidak mungkin untuk membandingkan secara langsung tingkat kematian proses persalinan normal dan proses persalinan dengan bedah caesar karena ibu yang menjalani pembedahan adalah mereka yang memang sudah beresiko dalam kehamilan.

Bayi yang lahir dengan persalinan bedah caesar seringkali mengalami masalah bernafas untuk pertama kalinya. Sering pula sang bayi menjadi ngantuk dikarenakan obat penangkal nyeri yang diberikan kepada sang ibu.

Prevalensi

Badan Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa angka persalinan dengan bedah caesar adalah sekitar 10% sampai 15% dari semua proses persalinan di negara-negara berkembang dibandingkan dengan 20% di Britania Raya dan 23% di Amerika Serikat. Kanada pada 2003 memiliki angka 21%.

Berbagai pertimbangan mengemuka akhir-akhir ini mengingat proses bedah caesar yang seringkali dilakukan bukan karena alasan medis. Berbagai kritik pula mengemuka karena bedah caesar yang disebut-sebut lebih menguntungkan rumah sakit atau karena bedah caesar lebih mudah dan lebih singkat waktu prosesnya oleh dokter spesialis kandungan. Kritik lainnya diberikan terhadap mereka yang meminta proser bedah caesar karena tidak ingin mengalami nyeri waktu persalinan normal.

Anestesia

Sang ibu tetap dalam keadaan sadar waktu bayinya dilahirkan

Sang ibu umumnya akan diberikan anastesi lokal (spinal atau epidural), yang memungkinkan sang ibu untuk tetap sadar selama proses pembedahan dan untuk menghindari si bayi dari pembiusan.

Pada masa sekarang ini, anastesi umum untuk bedah caesar menjadi semakin jarang dilakukan karena pembiusan lokal lebih menguntungkan bagi sang ibu dan si bayi. Pembiusan umum dilakukan apabila terjadi kasus-kasus beresiko tinggi atau kasus darurat.

Persalinan normal setelah bedah caesar

Persalinan normal setelah bedah caesar adalah umum dilakukan pada masa sekarang ini. Di waktu lalu, bedah caesar dilakukan dengan sayatan vertikal sehingga memotong otot-otot rahim. Bedah caesar sekarang ini umumnya melalui sayatan mendatar pada otot rahim sehingga rahim lebih terjaga kekuatannya dan dapat menghadapi kontraksi kuat pada persalinan normal berikutnya. Luka bekas sayatan pada bedah caesar sekarang ini adalah terletak di bawah “garis bikini“.

Sejarah

Bedah caesar dilakukan di Kahura, Uganda. Sebagaimana diamati oleh R. W. Felkin tahun 1879.

Pada 1316, Robert II dari Skotlandia dilahirkan dengan bedah caesar, ibunya Marjorie Bruce, kemudian meninggal. Bukti pertama mengenai ibu yang selamat dari bedah caesar adalah di Siegershausen, Swiss tahun 1500: Jacob Nufer, seorang pedagang babi, harus membedah istrinya setelah proses persalinan yang lama. Prosedur bedah caesar di waktu lampau mempunyai angka kematian yang tinggi. Di Britania Raya dan Irlandia, angka kematian akibat bedah caesar pada 1865 adalah 85%. Beberapa penemuan yang membantu menurunkan angka kematian antara lain:

Pada 5 Maret 2000, Inés Ramírez melakukan bedah caesar pada dirinya sendiri dan berhasil mempertahankan nyawanya dan juga bayinya, Orlando Ruiz Ramírez. Ia dipercaya sebagai satu-satunya wanita yang melakukan bedah caesar pada dirinya sendiri.

Referensi

  • Williams Obstetrics. Edisi ke-14. Appleton Century-Crofts, New York, 1971, halaman 1163-1190.

Pranala luar

Rujukan

  1. ^ Risks of Cesarean Section
  2. ^ Caesarean section

Sumber:  http://id.wikipedia.org/wiki/Bedah_caesar

Tulisan pertama tentang Bedah Caesar atau C-section atau Cesarean section

Posted in Uncategorized by Rus Mulyadi on Juni 9, 2009

Sangat minim di web indonesia tentang bedah caesar untuk kehamilan ini, maka saya mencoba untuk berbagi ilmu dan mengumpulkan semua tentang proses kehamilan melalui bedah ini

Bedah Caesar

Posted in Uncategorized by Rus Mulyadi on Juni 9, 2009

“Something happened for a reason” and the reason I’ll build this web blog

This blog dedicated to my first son whose is born via caesar, but actually he can delivered in normal way

Situs ini didedikasikan untuk pengetahuan bedah caesar, silahkan untuk menambahkan hal-hal baru tentang bedah caesar

terima kasih

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.